Cz5SJ29zT40yZU0X6SFfYr2AxBA Ras Eko Budi Santoso

Jasa Pembuatan WEB DAN BLOG

Kami menyediakan jasa pembuatan WEB dab BLOG dengan platform PHP ataupun .blogspot.com dengan harga murah.

Model Pembelajaran Terpadu

Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. A. Pengertian pembelajaran terpadu.

Pasang Iklan Disini

Sekarang blog kami menyediakan space iklan dan posting review iklan bagi anda yang berminat atau ingin memasang iklan anda di blog ini dengan harga yang murah...

Guru Blogger Guru Masa Kini

Sahabat semua, berjumpa lagi dalam tulisan sederhana saya. hehehe kali ini saya akan mereview pengalaman saya di bidang blogger tentunya :D. ok langsung saja ya. .

Yang Muda yang melestarikan budaya

Sahabat pembaca yang budiman kali ini saya sedikit share masalah yang dihadapi pemuda Indonesia masa kini. :.

Suka artikel kami jangan lupa di like ya |

Selasa, 14 Mei 2013

JENIS-JENIS ORGANISASI

Pengelompokan jenis organisasi dapat dilakukan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut :
 1. Berdasarkan jumlah orang yang memegang pucuk pimpinan.

(1) bentuk tunggal, yaitu pucuk pimpinan berada ditangan satu orang,       semua kekuasaan dan tugas pekerjaan bersumber kepada satu orang.
(2) bentuk komisi, pimpinan organisasi merupakan suatu dewan yang     terdiri dari beberapa orang, semua kekuasaan dan tanggung jawab dipikul oleh dewan sebagai suatu kesatuan.

2. Berdasarkan sifat hubungan personal

(1) organisasi formal adalah organisasi yang diatur secara resmi, seperti : organisasi pemerintahan, organisasi yang berbadan hukum
(2) organisasi informal, adalah organisasi yang terbentuk karena hubungan bersifat pribadi, antara lain kesamaan minat atau hobby.

3. Berdasarkan tujuan

Organisasi ini dapat dibedakan, yaitu :
(1) organisasi yang tujuannya mencari keuntungan atau ‘profit oriented’
(2) organisasi sosial atau ‘non profit oriented ‘.

4. Berdasarkan kehidupan dalam masyarakat, yaitu ;
(1) organisasi pendidikan
 (2) organisasi kesehatan
 (3) organisasi pertanian, dan lain lain.
5. Berdasarkan fungsi dan tujuan yang dilayani, yaitu :
(1) Organisasi produksi, misalnya organisasi produk makanan
 (2) Organisasi berorientasi pada politik, misalnya partai politik
3) Organisasi yang bersifat integratif, misalnya serikat pekerja
(4) Organisasi pemelihara, misalnya organisasi peduli lingkungan, dan lain lain.

6. Berdasarkan pihak yang memakai manfaat.

Organisasi ini meliputi :
(1) Mutual benefit organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya  terutama dinikmati oleh anggotanya, seperti koperasi,
(2) Service organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya dinikmati oleh pelanggan, misalnya bank,
 (3) Business Organization, organisasi yang bergerak dalam dunia usaha, seperti perusahaan-perusahaan,
(4) Commonwealth organization, adalah organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh masyarakat umum, seperti organisasi pelayanan kesehatan, contohnya rumah sakit, Puskesmas.

pengertian prestasi belajar

Menurut W.S Winkel (1996 : 53) “Pengertian Prestasi adalah Bukti usaha yang dicapai pada suatu saat”.

Yaspir Ghandi Wirawan Dalam Wujono (1996 : 178) ” Prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai oleh siswa dalam usaha belajarnya sebagai mana dicantumkan didalam nilai raportnya. melalui prestasi belajar seorang siswa dapat mengetahui kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dalam prestasi belajar”.

Abu Ahmadi (1988 : 21) ”Prestasi Belajar adalah hasil belajar yang telah dicapai dalam suatu usaha dalam kegiatan belajar dan perwujudan prestasinya dapat dilihat dari nilai yang setiap mengikuti tes”.

Thantowy R. (1997 : 96) “Prestasi Belajar adalah tanda atau simbul keber hasilan yang telah dicapai dari usaha belajar,tanda atau simbul tersebut biyasanya dinyatakan dalam nilai,angka atau huruf”.

Pengertian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Menurut DEPDIKNAS (2008:51) Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah ”mengunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik.kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)”. 

Ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) harus ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. Berapapun besarnya jumlah peserta didik yang melampaui batas ketuntasan minimal, tidak mengubah keputusan pendidik dalam menyatakan lulus dan tidak lulus pembelajaran. Acuan kriteria tidak diubah secara serta merta karena hasil empirik penilaian. pada acuan norma, kurva normal sering digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar peserta didik jika diperoleh hasil rata-rata kurang memuaskan.nilai akhir sering di konversi dari kurva normal untuk mendapatkan sejumlah peserta didik yang melebihi nilai 6,0 sesuai proporsi kurva. Acuan kriteria mengharuskan pendidik untuk melakukan tindakkan yang tepat terhadap hasil penilaian,yaitu memberikan layanam pengayaan bagi yang sudah melampaui kriteria ketuntasan minimal.

Berdasarkan Keputusan DEPDIKNAS (2008:51) Kriteria ketuntasan minimal ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran disatuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau  forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.

Menurut MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Kriteria ketuntasan minimal ditetapkan oleh persentasi tingkat pencapaian kompentensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 75, Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal dibawah target nasional kemudian ditingkatkan secara bertahap.

Kriteria Ketuntasan Minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penelitian disekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan muda oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Kriteria Ketuntasan Minimal harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LBH) sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik.

Teori-Teori Perkembangan Moral

1.    Teori Perkembangan Moral Lawrence Kohlberg

Menurut Kohlberg, tahap pemahaman berlangsung dalam suatu urutan yang invariant, walaupun kecepatannya bervariasi. Selain itu Kohlberg juga berpendapat bahwa perkembangan moral merupakan suatu hasil manusia. Bagi Kohlberg moral dibatasi oleh suatu konstruk lain yang disebut pertimbangan. Berdasarkan pertimbangan, seseorang melakukan perbuatan. Lawrence Kohlberg mengidentifikasi pemahaman nilai moral dalam tiga taraf dan masing-masing mempunyai dua tahap, yaitu :

a.    Taraf Pra Konvensional

Tahap 1. Orientasi hukuman dan kepatuhan

Pertimbangan moral berorientasi pada objek dan peristiwa konkrit bersifat fisik serta ketakutan dan hukuman apabila melanggar suatu peraturan.

Tahap 2. Orientasi relativis instrumental

Hubungan antar manusia dianggap sebagai hukuman jual beli di pasar yang merupakan hubungan timbal balik, misalnya : saya menolong kamu, kalau kamu menolong saya. Jadi, tindakan yang dianggap benar adalah tindakan yang diibaratkan alat yang dapat memenuhi kebutuhan sendiri atau kadang-kadang juga memenuhi kebutuhan orang lain.

b.    Taraf Konvensional

Tahap 1. Orientasi masuk kelompok orang baik

Dalam tahap ini orientasi dari tindakan individu adalah agar ia mendapat dukungan dan ia dapat dikatakan baik oleh orang lain. Sehingga moral adalah tingkah laku yang menyenangkan membantu atau tindakan-tindakan yang diakui dan diterima orang lain.

Tahap 2. Orientasi hukum dan ketertiban

Individu menilai bahwa perbuatan baik adalah perbuatan yang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang ada dalam masyarakat. Pembuat peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan dan pemeliharaan ketertiban sosial  dijunjung tinggi pada tahap ini.

c.    Taraf pasca konvensional

Tahap 1. Orientasi kontrak sosial legalitas

Dalam tahap ini orang mengartikan benar salahnya suatu perbuatan berdasarkan atas hak-hak individu dan norma-norma yang telah teruji dalam masyarakat.

Tahap 2. Orientasi yang mendasarkan atas prinsip dan koefisien sendiri.

Peraturan dan norma adalah adalah subjektif, begitu pula batasan-batasannya adalah tidak pasti. Dengan demikian maka ukuran penilaian tingkah laku moral adalah koefisien orang itu sendiri prinsipnya sendiri lepas dari segala norma yang ada. Kohlberg memandang prinsip ini sebagai prinsip moral universal, suatu norma moral yang dasarnya ada di dalam koefisien orang itu sendiri.

2.    Teori Perkembangan Moral Piaget

Piaget menyatakan bahwa kesadaran moral anak akan mengalami perkembangan dari satu tahap ketahap yang lebih tinggi. Berikut ini pemahaman nilai moral menurut piaget dibagi menjadi empat tahap, yaitu:
Tahap pertama, anak-anak pada umur 2 tahun merupakan motor activity.
Tahap kedua, pada umur 2 sampai 6 tahun dia meniru apa yang dilihatnya semata-mata demi tujuannya sendiri.
Tahap ketiga, pada umur 7 sampai 10 tahun tampak bahwa sikap heteronom mulai berkurang dan sikap otonom mulai tumbuh.
Tahap keempat, antara umur 11 sampai 12 tahun, kemampuan anak untuk berfikir abstrak mulai berkembang. Peraturan-peraturan dianggap sebagai hukum yang merupakan kesepakatan bersama dan dapat diubah kalau diseakati oleh umum.

3.    Teori Perkembangan Moral Sigmund Frued


Dalam mengembangkan pendekatannya mengenai masalah kepribadian, Frued bertolak pada anggapan dasar bahwa ada sistem energi yang tumbuh dan berkembang dalam diri manusia. Interaksi ketiga energi itulah yang olehnya dianggap paling bertanggung jawab atas perkembangan karakter dan moralitas seseorang. Ketiga sistem energi itu adalah Id, Ego dan Super Ego.

Id adalah wadah dalam jiwa seseorang yang berisikan dorongan-dorongan primitive yang disebut Primitive Drives. Ego bertugas melaksanakan dorongan-dorongan dari Id dan Ego harus menjaga benar bahwa dorongan primitive tidak bertentangan dengan kenyataan dan tuntutan dari super ego. Super Ego adalah sistem kepribadian yang ketiga dalam diri seseorang yang berisi kata hati.

Suka artikel kami jangan lupa di like ya |

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More