Model Pembelajaran Otentik

1. Pembelajaran Otentik
Pembelajaran otentik (authentic learning) adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggali, mendiskusikan, dan membangun secara bermakna konsep-konsep dan hubungan-hubungan, yang melibatkan masalah nyata dan proyek yang relevan dengan siswa (Donovan, Bransford & Pallegrino, 1999). Istilah ‘otentik’ berarti asli, sejati, dan nyata (Webster’s Revised Unabridged Dictionary, 1998).

Pembelajaran ini dapat digunakan untuk siswa pada semua tingkatan kelas, maupun siswa dengan berbagai macam tingkat kemampuan. Prinsip-prinsip pembelajaran otentik:
a) Berpusat pada siswa;
b) Siswa belajar secara aktif;
c) Menggunakan tugas otentik.

2. Ciri-ciri Pembelajaran Otentik
Pembelajaran otentik sangat berbeda dengan metode-metode pembelajaran yang tradisional. Ciri-ciri pembelajaran otentik:
a) Belajar berpusat pada tugas-tugas otentik yang menggugah rasa ingin tahu siswa. Tugas otentik berupa pemecahan masalah nyata yang relevan dengan kehidupan siswa;
b) Siswa terlibat dalam kegiatan menggali dan menyelidiki;
c) Belajar bersifat interdisipliner;
d) Belajar terkait erat dengan dunia di luar dinding ruang kelas;
e) Siswa mengerjakan tugas rumit yang melibatkan kecakapan berpikir tingkat tinggi, seperti menganalisis, mensintesis, merancang, mengolah dan mengevaluasi informasi;
f) Siswa menghasilkan produk yang dapat dibagikan kepada audiens di luar kelas;
g) Belajar bersifat aktif dan digerakkan oleh siswa sendiri, sedangkan guru, orangtua, dan narasumber bersifat membantu atau mengarahkan;
h) Guru menerapkan pemberian topangan (scaffolding), yaitu memberikan bantuan seperlunya saja dan membiarkan siswa bekerja secara bebas manakala mereka sanggup melakukannya sendiri;
i) Siswa berkesempatan untuk terlibat dalam wacana dalam masyarakat;
j) Siswa bekerja dengan banyak sumber;
k) Siswa seringkali bekerja bersama dan mempunyai kesempatan luas untuk berdiskusi dalam rangka memecahkan masalah.
3. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Otentik
Kelebiahan dari pembelajaran ini adalah siswa di ajak untuk memecahkan masalah dengan cara mendiskusikan dan menguraikan tentang konsep-konseptentang materi apa yang akan di bahas.
Kelemahan dari pembelajaran ini karena dalam penerapannya pembelajaran ini di adakan dalam berkelompok sehingga memungkinkan jika terjadi ketidak kompakan dalam proses pemecahan masalahnya seperti ada anggota kelompok yang tidak ikut dalam diskusi.

0 comments

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan bijak, sopan, dan santun. termiakasih telah mampir dan membaca blog kami.