FLUKTUASI ASIMETRI PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) DAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

dari tugas temannya teman saya :
Oleh Muarif budidaya perikanan unila 09

Fluktuasi asimetri adalah perbedaan antara karakter sisi kiri dan sisi kanan yang menyebar secara normal dengan rataan mendekati nol sebagai akibat dari ketidakmampuan individu untukm berkembang secara tepat dan normal (Van Valen, 1962). Fluktuasi asimetri ini merupakan pencerminan dari ketidak stabilan perkembangan dari ketidakmampuan perkembangan individu sehingga menyebabkan perbedaan fenotif.
Dalam praktikum kali ini bertujuan agar mahasiswa dapat menganalisis perkembangan ketidakstabilan organism dan dapat menentukan apakah organism tersebut bersifat homozigot atau heterozigot. Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa, 5 April 2011 Bertempat di laboratorium perikanan Gd.Biotek lantai 3 Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Ikan uji yang akan diperiksa bagian tubuhnya terlebih dahulu dimatikan dengan menusuk sumsum tulang belakang yang terletak di bagian belakang kepala. Lalu kita menghitung jumlah jari-jari lemah sirip perut (ventral) dan jumlah jari-jari lemah sirip dada (pectoral) dengan merentangkan kedua sirip tersebut, sehingga jari-jarinya terlihat jelas dan mudah perhitungannya. Jumlah sisik pada linea literalis dihitung satu persatu pada kedua sisi dan dihitung pula jumlah tapis insang (gill racker) pada insang pertama. Terakhir panjang baku ikan diukur. Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan FAgabungan pada ikan nila dan ikan mas dapat dikategorikan tinggi. karena keadaan asimetri dari 12 ikan sampel atau jumlah absolute perbedaan karakter organ kiri dengan kanan dari 12 ikan sampel yang diamati menunjukan banyak organ yang tidak simetri antara organ kiri dengan organ kanan.


I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Fluktuasi asimetri adalah perbedaan antara karakter sisi kiri dan sisi kanan yang menyebar secara normal dengan rataan mendekati nol sebagai akibat dari ketidakmampuan individu untukm berkembang secara tepat dan normal (Van Valen, 1962). Fluktuasi asimetri ini merupakan pencerminan dari ketidak stabilan perkembangan dari ketidakmampuan perkembangan individu sehingga menyebabkan perbedaan fenotif.
Pada ikan, peningkatan fluktuasi asimetri dapat diamati melalui jari-jari sirip perut, jari-jari sirip dad, tapis insang atas bagian bawah serta pori-pori rahang atau mandibular pores. Dalam mengamati dan menganalisis perkembangan ketidakstabilan organism, dapat menggunakan teknik fluktuasi asimetri karena relative sederhana dan memerlukan alat yang rumit.
Fluktuasi asimetri merupakan tekhnik analisa perkembangan ketidakstabilan organisme melalui pendekatan heterozigositas yang dapat menunjukkan adanya perbedaan kestabilan perkembangan seperti halnya tekhnik elektroforesis dengan analisis jumlah loci heterozigot.
Menurut Koehn dan Shumwai in Leary, et. Al (1985) bahwa individu yang homozigot kurang efesien dalam memproduksi energy untuk pertumbuhan dan perkembangan yang lambat, jumlah ciri meristik yang lebih kecil dan adanya asimetri.
Asimetri adalah perubahan ukuran bentuk dan jumlah cirri-ciri morfologis tubuh, yang meliputi sifat-sifat meristik dan morfometreik tubuh bagian kiri dan kanan (Leary et. Al., 1983)
Asimetri terjadi akibat adanya ketidakmampuan suatu organisme untuk berkembang secara normal dan dapat digunakan untuk mengukur homeostatis/stabilitas perkembangan individu yang homozigot dan heterozigot. Individu heterozigot mempunyai tingkat stabilitas perkembangan yang tinggi.

1.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat menganalisis perkembangan ketidakstabilan organism dan dapat menentukan apakah organism tersebut bersifat homozigot atau heterozigot.

II. METODE PRAKTIKUM
2.1 Waktu dan Tempat
Praktikum fluktuasi asimetri ikan mas dan ikan nila ini dilakukan pada hari selasa tanggal 5 April 2011, pukul 15.00 - 17.00 WIB bertempat di Laboratorium Bioteknologi Lantai III Fakultas Pertanian Universitas Lampung.
2.2 Alat dan Bahan
Adapun beberapa peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah penggaris, jarum pentul, pisau bedah, gunting bedah, pinset, kaca pembesar, alat tulis, baki, dan tissu.
Sedangkan bahan yang digunakannya adalah ikan uji berupa ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan nila (Oreochromis niloticus).
2.3 Cara Kerja
Adapun cara kerja praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Siapkan ikan yang akan diamati
2. Ukur panjang total dan panjang baku masing-masing ikan
3. Hitung jumlah jari-jari lemah sirip dada
4. Hitung jumlah jari-jari lemah sirip perut
5. Hitung jumlah tapis insang yang pertama
6. Hitung jumlah sisik pada rusuk linea lateralis pada kedua sisi kiri dan kanan
7. Tulis hasil di tabel pengamatan praktikum.
2.4 Analisa Data
A. Fluktuasi Asimetri Bilangan
(Number)
Merupakan jumlah karakter individu asimetri dari sejumlah individu yang diamati, dengan rumus:


B. Fluktuasi Asimetri Besaran
(Magnitude)
Merupakan jumlah absolut perbedaan karakter sisi kiri dan kanan individu dari sejumlah individu yang diamati.

Keterangan:
xi : jumlah organ sisi kiri
yi : jumlah organ sisi kanan
zi : jumlah individu asimetri

Untuk ciri meristik tertentu

FAn : Fluktuasi asimetri bilangan
FAm : Fluktuasi asimetri besaran
n : jumlah sampel
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1. Panjang total ikan Mas dan ikan Nila

Tabel 2. Panjang baku ikan Mas dan ikan Nila


Berdasarkan tabel dan grafik diatas dapat diketahui bahwa pada jenis ikan nila dan ikan mas memiliki panjang baku dan panjang total yang berbeda-beda. Pada ikan nila terlihat jelas bahwa panjang total dan panjang bakunya yang bervariasi dan fluktuatif jika dibandingkan dengan panjang total dan panjang baku pada ikan mas.
4.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Fluktuasi asimetri adalah perbedaan antara karakter sisi kiri dan sisi kanan yang menyebar secara normal dengan rataan mendekati nol sebagai akibat dari ketidakmampuan individu untukm berkembang secara tepat dan normal

2. Asimetri terjadi akibat adanya ketidakmampuan suatu organisme untuk berkembang secara normal dan dapat digunakan untuk mengukur homeostatis/stabilitas perkemb\angan individu yang homozigot dan heterozigot. Individu heterozigot mempunyai tingkat stabilitas perkembangan yang tinggi.
4.2 Saran
Dalam praktikum kali ini diharapkan dalam melaksanakan praktikum di angkatan berikutnya agar dapat lebih teliti sehingga hasil praktikum menjadi maksimal dan kepada asdos serta praktikan harapannya dapat bekerja secara bersama. Selain itu kerjasama sekaligus menghargai waktu yang ada merupakan hal yang penting ditanamkan bagi praktikan agar mengefesienkan waktu yang ada.

Daftar Pustaka
Tim penyusun 2011. Panduan praktikum GPI. Lampung : Universitas Lampung
Sucipto, Adi. 2008. Asimetri Fluktuasi hewan air www.adisucipto.wordpress.com. ( 10 April 2011).
Wildan. 1983. Biologi SMA Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

1 komentar

silahkan berkomentar dengan bijak, sopan, dan santun. termiakasih telah mampir dan membaca blog kami.
EmoticonEmoticon